18.51

12 Sajak Pendek Tentang Rindu

Diposting oleh Imron Tohari


Lukisan karya Khalil Gibran diunduh dari http://www.mypulau.com

12 Sajak Pendek Tentang Rindu



1/

Ribuan kilo dibelah jarak
sendiri duduk di beranda
ranum mangga di halaman begitu menggoda

kemarilah, rujak manis buah mangga kesukaanmu ini
tlah lama memendam rindu

( “Ingat Kamu “ by lifespirit 26 Januari 2011 )


2/

Ketika gemerisik daun bambu diikuti sahutan jangkerik
senja melenggang
menghantar rindu ke peraduan malam

Digoda rindu siapa peduli batang bambu dan jangkerik di luar kedinginan?

( “Digoda Rindu” by lifespirit 26 Januari 2011 )


3/

Hujan angin berkepanjangan
daun jendela diketuk-ketuk resah
usai gemuruh seketika bangkit ingat mihrab

( “Jendela yang Resah “ by lifespirit 26 Januari 2011 )


4/

Rindu itu saat awan di langit kelam memanjang lalu turun hujan, dan
engkau sibuk mencari mantel yang entah engkau simpan di mana

(“Dialektika Rindu 1” by lifespirit 26 Januari 2011 )


5/

Rindu itu kepompong tua melahirkan kupu-kupu yang
Menari-nari lalu hilang dari pandangan mata

(“Dialektika Rindu 2” by lifespirit 26 Januari 2011 )


6/

Rindu itu engkau yang kadang datang serupa kalimat
: sudah makan belum?

(“ Dialektika Rindu 3 “ by lifespirit 26 Januari 2011 )


7/

Rindu itu saat kulihat kalender,
angka-angka menjelma engkau.

( “ Dialektika Rindu 4 “ by lifespirit 10 Februari 2011 )


8/

Rindu itu seperti layang-layang putus dan
Engkau berlari mengejarnya

(“ Dialektika Rindu 5 “ by lifespirit 6 Juli 2011 )



9/

Sendiri mendayung biduk berteman suling nyanyikan sunyi
Mata menatap tepi telaga pohon hijau kenangan bangkitkan rindu menyayat--- hati
Di pusara asa genangan air mata akankah mengembalikan engkau dari rumah abadi?

(“Nyanyian Suling Menyayat-nyayat” by lifespirit 27 Januari 2011 )


10/

Pertemuan ulang pada lipatan waktu kemarin
mengingatkan aku akan indah bunga saat remaja
Kini bunga itu tidak mekar sendiri seperti di taman kala masa

Oh bunga asmara, biar musim tlah berganti, kenapa engkau tinggalkan kenang?

(“Ada Namamu Di Lipatan Waktu” by lifespirit 27 Januari 2011 )


11/

Dalam ramai perasaan terasa sepi
Diam-diam bayanganmu melintas di lipatan mata

(“Perasaan yang Diam-diam Rindu Kamu” by lifespirit lifespirit 27 Januari 2011 )



12/

Anak umur dua tahunan itu masih menangis di gendongan ibunya
sambil menunjuk-nunjuk mainan robot yang ada di etalase toko sebuah mall
ah, menatapnya aku mendengar suara memanggil-manggil namaku di waktu kecil.

(“Suara yang Memanggil Namaku Di Waktu Kecil” by lifespirit 27 Januari 2011 )

06.04

Disalib Peradaban

Diposting oleh Imron Tohari


lukisan di unduh http://www.lukisan.nl/content/large/Faizin_Apakah_Hukum_Berpihak_kepada_Rakyat.jpg

Disalib Peradaban


di mural-mural kota
orang lalu lalang mencari mata
di istana negara
perkongsian politik lahan paling subur menggali kubur…

saat jiwa tak lagi jelas mendengar detak kerohanian
jarum waktu serupa jahanam jatuh tepat menancap di batok kepala

___________________________________________________________

@ Imron Tohari _ lifespirit 24 januari 2011)

06.00

Iakah Itu yang Menatapku Dari Sebalik Nurani

Diposting oleh Imron Tohari

lukisan diunduh dari google




Di muka cermin rupa diri bermain dakon
Dalam nurani kejujuran menelanjangi diri

( "Iakah Itu yang Menatapku Dari Sebalik Nurani" by lifespirit 14 Januari 2011 )

06.56

Mengumpulkan Repihan Mata

Diposting oleh Imron Tohari

lukisan diunduh dari google




Mengumpulkan Repihan Mata

Tahun demi tahun bertanya tentang nasib
Mengumpul repihan mata
Kuayun-ayun sunyi
Kenapa kehidupan tidak hanya ada jalan suka?
Lalu kukata pada jiwa yang letih
Jangan peduli matahari yang berlagak jadi malaikat
Dan angin yang suka menyalib ketakberdayaan
Tapi dengar
Suara burung malam yang berkericau
______________________________________________
@ Imron Tohari _ lifespirit 9 Januari 2011