12.05

Dasar setan

Diposkan oleh Imron Tohari



Dasar setan

Rajuk bujuk muslihat ingkar bohong culas tipu licik telengas tamak pandir serakah kikir kampret bajingan perompak maling jambret copet berandalan preman madat medok setan jin dedemit iblis tuyul prewangan babi ngepet pelet santet teluh ….
Eeeiiiittttt….,
jangan lupakan resume ayat pasal bab undang-undang falsafah alibi petisi somasi grasi koalisi suap kambing hitam kambing congek kambing putih kambing abu-abu
kalau itu kau miliki,
berjayalah,
para setan menggelar perjamuan di neraka!

@lifespirit 19 Juli 2008

2 komentar:

iruw harden mengatakan...

kesan pertama, aku melihat ilustrasi gambar dan judul..pada gambar seolah aku melihat gambaran lorong lingkaran takberkesudahan; lingkaran setan jika di-sinkron dengan judulnya..
v
masuk ke bait pertama, sebuah satu kaliamt panjang yang merupakan definisi sarkas dari konsep negatif bernama /setan/..
/setan/ digambarkan sebagai makhluk yang (bakalan panjang nih>>heheh)selalu merajuk(manja), pandai membujuk(ke arah neraka), penuh muslihat (banyak intrik), suka ingkar&bohong(kepada manusia), berpikir culas, suka menipu(manusia), licik&telangas, tamak (terhadap kesenangan), pandir-serakah namun kikir(pelit), (seperti) kampret (makhluk malam), bajingan perompak (hati manusia), maling jambret copet(pahala manusia), berandalan preman(yang selalu menodong manusia), madat medok(suka mabok), sehingga setan itu adalah jin, dedemit, iblis, tuyul, prewangan, babi ngepet, pelet, santet, teluh..
inilah gambaran fisik /setan/ yang terangkai dalam bentuk gaya sarkas di bait pertama..penggunaan gaya sarkas sendiri akibat rasa frustrasi atau kekesalan penyair terhadap fenomena /setan/ ini..namun sampai di bait ini, aku belum "menemukan" siapa yang dimaksud penyair dengan /setan/ itu..karna tibatiba, aku seakan diberhentikan /Eeeiiiitttt....,/
v
kata /Eeeiiiitttt....,/ di bait kedua ini seolah penyair ingin agar aku jangan kesusu(terburuburu>>mengambil kesimpulan), sebab masih ada "sesuatu" yang ingin diberitahu..
v
bait ketiga aku mulai mendapat gambaran image dari si /setan/../setan/ yang dimaksud oleh penyair ternyata BUKAN gambaran setan penggoda manusia, melainkan /setan/ yang dimaksud adalah manusia itu sendiri; sebab tidak mungkin /setan/(asli) akrab dengan istilah resume, ayat, pasal, bab, undangundang, falsafah, alibi, petisi, somasi, grasi, koalisi, suap, kambing hitam, kambing congek, kambing putih, kambing abuabu..semua hal itu adalah eksklusif milik manusia..bait ketiga itu sendiri merupakan gambaran dari sebuah proses peradilan atau mungkin pembuatan pasalpasal hukum..namun proses tersebut melenceng dari tujuan mulianya karna prosesnya telah dinodai dengan aksi /suap/, /kambing hitam/(fitnah), /kambing congek/ (tidak mau mendengar aspirasi rakyat), /kambing putih/ (orang yang mengatasnamakan kesucian>>ataupun partai tertentu), /kambing abuabu/ (orang yang plinplan, oportunis, tidak mempunyai karakter kuat)..
inilah alasan mengapa aku mengatakan kalau/ setan/ yang dimaksud penyair adalah manusia, yaitu manusia yang korup dalam membuat undangundang dengan mengatasnamakan rakyat, tapi justru rakyat yang dirugikan karna aspirasinya tidak didengar, demi keuntungan pribadinya(dan golongannya) saja..
v
ending pada karya yang bernuansa moral ini merupakan akumulasi dari kegeraman penyair terhadap manusiamanusia yang sifatsifatnya seperti /setan/:
/kalau itu kau miliki,
berjayalah,
para setan menggelar jamuan di neraka/
kata /kau/ merujuk pada manusia yang mempunyai sifat /setan/..
kata /berjayalah/ adalah ekspresi datar sang penyair kepada manusia /setan/ itu tadi, bahwa mereka itu (mungkin) saat ini hidupnya berjaya, makmur, kaya, banyak uang, jabatan tinggi, tetapi /setansetan/ sesungguhnya (sebenarnya) telah menunggu manusiamanusia itu tadi dengan sebuah "jamuan"(siksaan pedih) di neraka..
v
sebuah karya moral yang ekspresif dari penyair..satu hal yang membuat karya ini termasuk karya cerdas adalah penggunaan kata /kambing/..dalam folklor Kristiani, /kambing/ merupakan simbol satan yang menjijikan..bahkan /kambing/ direpresentasikan secara utuh sebagai Lucifer (sang pembawa bencana)..pemilihan kata /kambing/ ini menegaskan kecerdasan penyair dalam menuang karya yang berhubungan dengan /setan/..sungguh sebuah kejelian kontekstual..
v
hanya saja bait awalnya terkesan acakacakan; tidak berurutan maknanya..katakata yang disusun ada yang jauh urutannya padahal maknanya mirip, seperti /bujuk, muslihat, culas, tipu, licik/ yang terpisah oleh kata /ingkar, bohong/..
hal ini secara langsung "merusak" alur makna yang terjadi, sehingga seolaholah alur tersebut seperti berputarputar tanpa arah..
v
namun begitu, sekalilagi, karya ini mempunyai muatan moral yang kuat, sekaligus sebagai kritik ataupun tantangan bagi para pemegang kekuasaan, terlebih lagi para pembuat kebijakan negara, agar lebih profesional dalam bekerja serta menjauhkan diri dari tindakan tercela..semoga saja hal itu dapat terjadi, terlebih setelah mereka semua membaca karya dari Imron Tohari ini..

good job!

iruw harden
539

PS:
tanggal pembuatan karya dirimu ini bertepatan dengan ulang tahun ku lho..makanya karya ini yang aku beri komentar pertama kali..heheh

Imron Tohari mengatakan...

Wooowww...
suatu prespektif apresiasi yang detail dalam urai makna tersirat dari seorang Iruw Harden yang sarat Talent! Terima kasih!

bait awal sengaja semua sinonim kata dan atau simbolik kata yang hampir dan atau mempunyai kesamaan arti(dalam 3 perkata sinonim/maupun simbolik arti ),baik makna tersirat maupun sifat, dirangkai dalam satu kesatuan alur baris (baca)cepat selain untuk mendapatkan nilai uniksasi kata,juga dimaksudkan untuk memberikan emosi saat di deklamasikan.

Trims atas masukan yang membangun.
Salam lifespirit!

Poskan Komentar